Tampilkan postingan dengan label Ekstraksi Pati Sagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekstraksi Pati Sagu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Januari 2014

Pengolahan Pati Sagu



Banyak yang salah mengira sagu merupakan tepung. Sesungguhnya sagu merupakan pati. Perbedaan mendasar tepung dan pati terletak pada cara pengolahan dan hasil yang diperoleh. Pati terdiri dari sebagian besar karbohidrat kompleks yang kaya akan energi, sedangkan tepung selain terdiri dari karbohidrat juga mengandung protein dan serat. Hasil pati biasanya terlihat lebih putih dan halus dibandingkan tepung. Perbedaan tepung dan pati akan menjadi lebih jelas lagi dengan penjelasan proses pengolahannya yang akan dipaparkan pada artikel lain.
Ekstraksi Pati Sagu 1
Pada artikel ini penulis menceritakan pengalaman saat mendapat kesempatan secara langsung menyaksikan pengolahan sagu pada masyarakat asli Sentani, Papua, Indonesia. Sebelum proses ektraksi sagu, pohon sagu ditebang terlebih dahulu kemudian diparut, bisa menggunakan parutan mesin atau secara tradisional. Pemilihan pohon sagu yang akan ditebang berdasarkan kearifan lokal, beberapa suku memiliki kriteria tersendiri untuk memilih pohon sagu. Bahkan pada beberapa suku di Papua penebangan pohon sagu melalui upacara adat terlebih dahulu yang kadang rumit tatacara pelaksanaannya. Kearifan lokal ini penting diperhatikan untuk dapat menjaga plasma nutfah sagu yang terdapat banyak aksesi yang masih harus dan bisa dieksplorasi. Hal ini dapat menjaga keseimbangan alam, sehingga alam tidak rusak hanya untuk kepentingan komersial yang menguntungkan hanya beberapa pihak tertentu saja.
Ekstraksi Pati Sagu 2
Setelah hasil parutan pohon sagu diperoleh, saatnya untuk mengekstrak pati sagu. Salah satu hal yang menarik adalah masyarakat Papua memanfaatkan pelepah atau batang sagu sebagai sarana untuk mengalirkan air. Penggunaan pelepah sagu memanfaatkan kembali barang yang biasanya dibuang, terlihat bahwa masyarakat papua sudah mengenal konsep reuse dan reduce sebagai kearifan lokal. Tentu penggunaan pelepah sagu ini terbilang unik apabila dibandingkan dengan konsep pengaliran air pada umumnya yang  menggunakan paralon, talang atau bahan PVC dan plastik lainnya.